Scrool Ke Bawah
<script type="text/javascript"> atOptions = { 'key' : 'a3e2e0c47e9f025230d08789090917a3', 'format' : 'iframe', 'height' : 250, 'width' : 300, 'params' : {} }; document.write('<scr' + 'ipt type="text/javascript" src="//www.topcreativeformat.com/a3e2e0c47e9f025230d08789090917a3/invoke.js"></scr' + 'ipt>'); </script>
Travel

Bojongrongga dari Rawa Kumuh Menjadi Wisata Kuliner

317
×

Bojongrongga dari Rawa Kumuh Menjadi Wisata Kuliner

Sebarkan artikel ini
Bojongrongga
Rawa Bojongrongga Bojongsari

Bojongrongga adalah sebuah kawasan yang terletak di Dusun Karangsari, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Tempat ini dulunya adalah rawa yang dulunya menjadi tempat memancing bagi penduduk setempat, terutama penduduk desa Bojongsari.

Konon dahulu rawa ini merupakan aliran lama Sungai Citanduy. Namun, Sungai Citanduy berubah arah dan mengubah rawa Bojongrongga menjadi sungai mati. Orang tua mereka mengatakan bahwa tempat ini adalah rumah bagi buaya, dan mereka mewariskan mitos bahwa tempat ini sering dikunjungi oleh buaya putih. Lokasinya mudah ditemukan dan cukup strategis karena berada di jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Banjar dan Ciamis di Jawa Barat dengan Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah.

Iklan (Gulir)
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tahun 2009 merupakan awal transformasi tempat ini menjadi tujuan wisata air dan kuliner. Tempat yang dulunya lusuh dan berpenampilan seram ini perlahan berubah menjadi tempat yang tertata rapi dan indah serta sebagai salah satu unsur dari pendapatan desa.

Baca Juga :  Pantai Madasari Pangandaran. Tempat Nyunrise di Bibir Pantai

Saat ini terdapat 11 rumah makan yang terletak di pinggir rawa, salah satunya terkenal dengan nama RM. Mbah Suro. Rumah makan ini merupakan yang pertama kali dibangun di rawa Bojongrongga, bahkan dapat dianggap sebagai pelopor dari rumah makan lainnya. Mereka biasanya menyajikan berbagai olahan ikan air tawar yang diambil langsung dari kolam, sehingga ikan yang disajikan tetap sangat segar. Selain hidangan ikan segar, rumah makan ini juga dikenal karena menyajikan hidangan khas seperti Plecing Kangkung.

Jika Anda bosan berkuliner, di Danau Bojongrongga Anda juga bisa menikmati wisata sungai termasuk bebek air. Dengan harga sewa mulai dari Rp 20.000, Anda bisa menikmati keindahan deretan bangunan bambu sambil berkeliling danau menggunakan bebek air. Bentuk bangunannya sangat unik, mirip dengan rumah Gadang, dengan atap daun nipah dan nipah.

Selain wisata air dan wisata kuliner, tempat ini juga baru saja membangun kolam renang mini yang menyajikan permainan untuk anak-anak. Kolam renangnya tidak terlalu dalam, sehingga aman untuk anak-anak, namun demikian orang tua harus tetap berhati-hati ketika anaknya sedang bermain. Di malam hari, kelap-kelip lampu masih menghiasi tempat itu dengan indah, meskipun danau dan kolam renang biasanya tutup, hanya restoran yang biasanya tutup hingga sekitar jam 10 malam saat tidak ada aktivitas.

Baca Juga :  Lesehan 99 Wanareja, Cafe di Atas Awan Yang Tersembunyi

Liburan tidak selalu harus mahal dan jauh. Meski dengan budget yang mepet, kita tetap bisa berlibur dan bersantai bersama orang-orang yang kita sayangi. Salah satunya adalah destinasi wisata desa, desa selalu menjadi pilihan pertama untuk berlibur disaat Anda sudah terlalu penat dengan hiruk pikuk kota.

Harap Matikan AdBLock Iklan Atau Gunakan Browser Yang Mendukung Iklan