Scrool Ke Bawah
<script type="text/javascript"> atOptions = { 'key' : 'a3e2e0c47e9f025230d08789090917a3', 'format' : 'iframe', 'height' : 250, 'width' : 300, 'params' : {} }; document.write('<scr' + 'ipt type="text/javascript" src="//www.topcreativeformat.com/a3e2e0c47e9f025230d08789090917a3/invoke.js"></scr' + 'ipt>'); </script>
Keuangan

Mengapa Amerika Bisa Menjadi Ekonomi Terbesar di Dunia?

174
×

Mengapa Amerika Bisa Menjadi Ekonomi Terbesar di Dunia?

Sebarkan artikel ini
Mengapa Amerika Mampu Menjadi Ekonomi Terbesar di Dunia?
Mengapa Amerika Mampu Menjadi Ekonomi Terbesar di Dunia?

Mengapa Amerika Bisa Menjadi Ekonomi Terbesar di Dunia? kisah Amerika Serikat yang dalam 100 tahun terakhir ini berhasil menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Padahal, 150-200 tahun yang lalu, ekonomi Amerika belum sebesar seperti Kerajaan Inggris, Kekaisaran Cina, dan kerajaan di Hindustan. Namun, dalam waktu singkat, Amerika Serikat bisa menjadi kekuatan raksasa dengan proporsi GDP mencapai 24% dari seluruh GDP di dunia saat ini.

Amerika Serikat memiliki jumlah aset keuangan yang mencakup 28% dari seluruh aset keuangan di dunia pada tahun 2021. Amerika Serikat juga memiliki sumber daya alam terbesar nomor dua di dunia dengan nilai 45 triliun dolar yang mencakup batubara, gas alam, tembaga, emas, kayu, dan masih banyak lagi.

Iklan (Gulir)
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kekuatan ekonomi Amerika Serikat tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tapi juga pada industri perfilman Hollywood, industri musik, serta akses teknologi informasi yang hampir menjangkau seluruh dunia.

Pertanyaannya, mengapa Amerika Serikat bisa menjelma menjadi kekuatan ekonomi sebesar itu padahal 100-200 tahun yang lalu, Amerika Serikat hanya koloni pengembara yang merupakan pelarian dari bangsa Eropa, dan masyarakat Amerika Serikat masih jauh dari kata sejahtera?

Ada tiga faktor yang menjadi katalis Amerika Serikat untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia, yaitu ekspansi wilayah besar-besaran, revolusi industri, dan perang dunia ke-2.

Ekspansi wilayah besar-besaran membuat Amerika Serikat memiliki wilayah yang luas dan jalur perdagangan yang besar. Revolusi industri membuat produksi barang-barang menjadi lebih efisien dan cepat. Sedangkan perang dunia ke-2 membuat Amerika Serikat menjadi kekuatan ekonomi terbesar karena negara-negara lain hancur dan membutuhkan bantuan untuk membangun kembali.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Uang dari Internet melalui Adstera

Kemudian faktor kedua adalah revolusi industri yang terjadi di Amerika pada abad ke-19. Revolusi industri ini memungkinkan Amerika untuk memproduksi barang secara massal dan efisien dengan menggunakan mesin-mesin. Hal ini membuat produksi Amerika meningkat pesat dan mengurangi biaya produksi. Industri-industri besar seperti baja, tekstil, dan minyak bumi menjadi andalan Amerika dan mendorong pertumbuhan ekonominya.

Faktor ketiga adalah perang dunia ke-2 yang memberikan keuntungan ekonomi besar bagi Amerika. Karena Amerika terhindar dari kerusakan infrastruktur dan industri selama perang, mereka bisa memproduksi dan menjual barang kepada negara-negara yang terkena dampak perang. Amerika juga memberikan pinjaman besar-besaran kepada negara-negara Eropa yang membutuhkan dana untuk memulihkan ekonominya setelah perang.

Perang Dunia II merupakan salah satu momen paling berpengaruh dalam sejarah ekonomi Amerika. Setelah perang berakhir pada tahun 1945, hampir semua negara mengalami kehancuran, namun Amerika justru mengalami sebaliknya. Bahkan bisa dikatakan, Amerika adalah satu-satunya negara yang semakin makmur setelah Perang Dunia II. Salah satu faktornya adalah wilayah Amerika terpisah dari dua samudra dari belahan dunia lain, sehingga wilayahnya tidak terdampak langsung dari perang di Asia, Eropa, dan Afrika. Selain itu, ketika perang sedang berkecamuk, Amerika mendapat banyak pesanan mesin perang dari negara-negara sekutu seperti Inggris dan Soviet. Kebutuhan perang mulai dari senjata, pesawat tempur, kapal perang, pakaian, makanan, dan segala aksesoris peralatan tempur, kapasitas industri Amerika saat itu mampu memproduksi kebutuhan perang dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada gabungan seluruh negara lain dan hal ini membantu meningkatkan perekonomian Amerika selama perang.

Baca Juga :  Beberapa Tips Untuk Kamu Yang Mau Berinvestasi Emas

Tingkat penyerapan tenaga kerja di Amerika saat Perang Dunia II sangat tinggi dan tingkat pengangguran turun sangat rendah, bahkan mencapai rekor tingkat pengangguran terendah sepanjang sejarah Amerika yaitu hanya 1,2%. Hal ini terjadi karena banyaknya pesanan pabrik dan lapangan kerja yang terbuka sehingga Amerika mengalami salah satu pertumbuhan ekonomi paling spektakuler dalam sejarahnya. Pada tahun 1939, PNB (Pendapatan Nasional Bruto) Amerika sebesar 100 miliar dolar dan meningkat hingga mencapai 232 miliar dolar pada tahun 1944, dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 200% selama 6 tahun. Gaji buruh pabrik naik hampir 100% dalam 6 tahun dari 24 dolar per minggu di tahun 1939 menjadi 46 dollar per minggu di tahun 1945. Selain produksi alat tempur, Amerika juga menjual obligasi perang untuk menjadi tabungan masyarakat Amerika. Pada tahun 1944, sekitar 60% dari 131 juta rakyat Amerika memiliki obligasi dengan total nilai 185,7 miliar dolar atau lebih dari 2000 dolar per kepala. Angka ini kira-kira setara dengan pendapatan 1 tahun per kepala di Amerika. Canggih ya? Bayangkan, 60% penduduk Amerika memiliki dana darurat 1 tahun penghasilan.

Baca Juga :  Cara Membuat Gratis Ongkir Di Shopee

Amerika juga berhasil menjadi negara dengan cadangan emas terbanyak di dunia setelah perang berkat kebijakan politik “gold reserve” yang diterapkan pada tahun 1934 dan diikuti oleh kesepakatan Brighton Wood pada tahun 1944. Kedua perjanjian ini mampu menyerap hampir seluruh cadangan emas di seluruh dunia dan menjadikan Dolar Amerika sebagai mata uang terkuat karena dijamin langsung oleh cadangan emas. Kondisi ini berlangsung hingga tahun 1971 ketika Presiden Nixon membatalkan perjanjian Brighton Wood dan mengizinkan pencetakan Dolar Amerika tanpa didukung oleh cadangan emas.

Selain itu, masih ada banyak faktor lain yang mendukung perekonomian Amerika pada era modern seperti sekarang. Contohnya adalah dominasi teknologi informasi oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika seperti Google, Apple, Microsoft, dan Meta. Tak hanya itu, industri hiburan seperti film Hollywood, musik, olahraga, dan acara televisi juga banyak diminati oleh miliaran penggemar di seluruh dunia. Kesimpulannya, Amerika bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia karena faktor-faktor seperti ekspansi wilayah, revolusi industri, dan keuntungan ekonomi dari perang dunia ke-2. Namun, perlu diingat bahwa faktor-faktor lain seperti politik, kebijakan pemerintah, dan budaya juga memainkan peran penting dalam membentuk ekonomi suatu negara.

Harap Matikan AdBLock Iklan Atau Gunakan Browser Yang Mendukung Iklan