Scrool Ke Bawah
<script type="text/javascript"> atOptions = { 'key' : 'a3e2e0c47e9f025230d08789090917a3', 'format' : 'iframe', 'height' : 250, 'width' : 300, 'params' : {} }; document.write('<scr' + 'ipt type="text/javascript" src="//www.topcreativeformat.com/a3e2e0c47e9f025230d08789090917a3/invoke.js"></scr' + 'ipt>'); </script>
EnergiInformasi

Mengapa PLN Mengalami Kerugian? Padahal Tidak Memiliki Saingan?

380
×

Mengapa PLN Mengalami Kerugian? Padahal Tidak Memiliki Saingan?

Sebarkan artikel ini
Mengapa PLN Mengalami Kerugian? Padahal Tidak Memiliki Saingan?

Mengapa PLN Mengalami Kerugian? Padahal Tidak Memiliki Saingan?, Pada akhir tahun 2022, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui bahwa PT PLN akan mengalami kelebihan pasokan listrik sebesar 6-7 GB. Kelebihan satu gigawatt saja berpotensi menyebabkan PLN mengalami kerugian minimal 3 triliun rupiah. Ini menjadi perhatian serius, mengingat jika over supply mencapai 7 GB, PLN bisa mengalami kerugian antara 20 hingga 25 triliun rupiah.

Penyebab Over Supply Listrik

Pangkal persoalan over supply listrik PLN dapat ditelusuri ke kebijakan pemerintah yang terus menerus memaksakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi melambat, dan penambahan jumlah PLTU terus berlanjut. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan proyek 35.000 megawatt yang diinisiasi pemerintah pada tahun 2014-2015.

Iklan (Gulir)
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dampak Buruk Over Kapasitas

Over kapasitas atau over supply listrik tidak hanya merugikan PLN dan pemerintah secara finansial, tetapi juga menguras keuangan. PLN harus membeli seluruh listrik yang dihasilkan oleh Independent Power Producers (IPP) atau pembangkit listrik swasta. Namun, karena belum ada teknologi penyimpanan listrik yang efektif, PLN seringkali harus membuang listrik tersebut, menyebabkan pengorbanan besar.

Baca Juga :  Bahlil Lahadalia Bidik Investasi EBT saat kunjungan ke Arab Saudi

Tantangan Cash Flow PLN

Pembelian listrik swasta, energi primer, seperti gas, batubara, dan solar, serta pembiayaan pemeliharaan infrastruktur yang mahal, menguras cash flow PLN. Menaikkan tarif listrik menjadi opsi, tetapi risiko menurunnya jumlah listrik yang terjual karena konsumen berhemat membuat langkah ini tidak optimal.

Solusi yang Dapat Diambil

1. Tunda Operasional IPP Swasta

Menunda operasional IPP swasta bisa menghemat hingga 30 triliun rupiah, tetapi ini sulit dilakukan karena IPP sudah terlanjur berinvestasi besar.

2. Renegosiasi Take orp

Renegosiasi take orp dapat menghemat puluhan triliun, tergantung pada kemampuan negosiasi PLN. Upaya ini sudah berhasil meredam persentase keuntungan IPP dari 80% menjadi 70%, tetapi perlu ditekan lebih rendah lagi.

3. Bangun Transmisi ke Singapura

Membangun transmisi ke Singapura dan menjual kelebihan listrik bisa menjadi solusi jangka panjang, tetapi membutuhkan modal besar dan kerjasama lintas negara.

Solusi Kontroversial: Kompor Listrik

Salah satu solusi kontroversial yang pernah diajukan adalah penggunaan kompor listrik. Meskipun diakui bisa menekan biaya impor LPG dan menyerap over supply listrik, program ini dibatalkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Cara Membuat Artikel Yang Unik Dan Berkualitas

Keuntungan Potensial Kompor Listrik

Jika diimplementasikan, penggunaan kompor listrik induksi dapat memberikan solusi ekonomis. Dengan memberikan insentif kepada masyarakat, seperti penurunan tarif listrik atau pemberian voucher listrik, pemerintah dapat mengurangi subsidi impor LPG.

Kesimpulan

Meskipun PLN menghadapi tantangan serius akibat over supply listrik, terdapat berbagai solusi yang bisa diambil. Tindakan konkret perlu diambil untuk menjaga stabilitas finansial PLN dan menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan. Program-program inovatif yang mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan PLN perlu terus dieksplorasi untuk memastikan keberlanjutan industri kelistrikan di Indonesia.

Harap Matikan AdBLock Iklan Atau Gunakan Browser Yang Mendukung Iklan